Meyakini Allah sedang melihat kita

Posted: April 17, 2009 in Islam

Dalam hidup ini kita harus menetapkan batasan terendah sebagai seorang
mukmin, yaitu “meyakini Allah sedang melihat kita” karena bila kita
masih berada dibawah batasan ini, berarti kita termasuk golongan yang
lalai. Kita semua mengetahui bahwa Allah SWT : Al-Bashir (Maha
Melihat) dan Al-Syahid (Maha menyaksikan).
Meyakini Allah sedang melihat kita, disebut juga dengan kesadaran
muraqabah, Pengertian muraqabah adalah : menerapkan kesadaran bahwa
Allah selalu melihat dan mengawasi kita dalam segala keadaan. Bahwa
Allah selalu mengetahui apa yang kita rasakan, ucapkan dan kita
perbuat.

Bila kita tidak bisa menerapkan keyakinan bahwa Allah sedang melihat
kita, (muraqabah), maka kita akan menjadi hamba yang lupa akan
pengawasan Allah, karena kita mengira bahwa Allah tidak mengetahui apa
yang kita kerjakan. Sehingga ada dari kita yang sering berdusta/
berbohong, hingga berbohong menjadi suatu hal yang sudah biasa
dilakukan dan yang terparah bahkan tidak ada rasa canggung dan tidak
merasa berdosa bila telah melakukan suatu kebohongan baik untuk hal
kecil maupun besar, Dan pada umumnya, orang yang telah berbohong/
berdusta, akan cenderung melakukannya lagi, lagi, dan lagi.
Mereka yang berbohong/berdusta/mengatakan sesuatu yang tidak benar,
biasanya malu untuk mengakuinya, karena gengsi, memikirkan takut apa
penilaian orang padanya bila mengetahui kebohongannya dan takut nama
baiknya tercemar. Walaupun sebenarnya dia sadar bahwa kebohongan/
dusta yang dikatakannya itu, kadang telah membawa kesulitan bagi orang
lain serta merugikan orang lain. Terutama apabila kebohongannya itu
lebih menjurus kepada sebuah fitnah, misalnya dengan mengatakan
kebohongan, menuduh seseorang melakukan sesuatu yang tidak pernah
dilakukannya. Ini tingkat kebohongan yang sudah parah, karena
kebohongan yang seperti ini sama saja dengan fitnah, dan fitnah itu
bisa jadi senjata yang sangat menghancurkan.
Mungkin bagi yang melakukan kebohongan/dusta, baik yang kecil atau
besar, lupa bahwa ada Allah yang Maha Menyaksikan segalanya, seperti
tertulis dalam firman-Nya: “kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi
dari penyaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu,
bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa
yang kamu kerjakan”. (Q.S. Fushshilat : 22)

Allah menciptakan telinga, mata dan kulit yang selalu menyertai kita
untuk mengawasi semua gerak-gerik kita dimana pun kita berada.
Sadarilah, bahwa anggota tubuh kita itu akan melaporkan semua
aktivitas kita kepada Allah pada hari penyaksian nanti. Sebagaimana
tertulis dalam firman-Nya : “sehingga apabila mereka sampai ke neraka,
pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap
mereka tentang apa telah mereka kerjakan” (Q.S. Fushshilat : 20).

Mengutip buku Ketika Allah Berbahagia, dr Abu Syadi khalid :
Diceritakan oleh sahabat Anas bin Malik ra, sebagai berikut : suatu
hari kami duduk bersama-sama Rasulullah saw, kami lihat Beliau
tertawa, kemudian Beliau bertanya kepada kami, tahukah kalian apa yang
menyebabkanku tertawa ? Kami menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih
tahu. Rasul berkata, saya tertawa karena dialog seorang hamba dengan
Tuhannya (di hari pembalasan).
Hamba itu berkata : wahai Tuhan, tidakkah Engkau akan menyelamatkanku
dari kezaliman ? Tuhan menjawab, Ya. Kemudian hamba itu berkata, saya
tidak akan menerima tuduhan atasku kecuali dengan bedasarkan saksi.
Tuhan menjawab : Cukup dirimu sendiri dan malaikat pencatat amal yang
akan menjadi saksi. Setelah itu mulut hamba tersebut ditutup dan
Tuhan mulai menanyai anggota tubuh hamba tersebut. “Berkatalah”, maka
anggota-anggota tubuh itu mengisahkan semua amal perbuatan hamba
tersebut. Kemudian mulut hamba tersebut diperkenankan untuk berbicara
kembali, maka (sambil marah) mulut itu berkata kepada anggota-anggota
badan yang lain, kalian adalah penghianat dan akan binasa, dulu
didunia aku telah membela kalian.

Jadi, bila ada dari kita yang kadang masih suka berbohong/berdusta,
baik dalam hal kecil maupun besar, sebaiknya segeralah bertaubat, dan
mulai menerapkan batasan terendah sebagai seorang muslim, agar kita
tidak menjadi hamba Allah yang lalai. Dan cobalah untuk mengucapkan
tiga kata-kata berikut ini, disertai dengan pemahaman yang mendalam :
Allahu Ma’ii (Allah bersamaku) Allahu Nazhirii (Allah melihatku)
Allahu Syaahidii (Allah Menyaksikanku).

Cobalah baca wirid itu berulang-ulang, Insya Allah kita bisa merasakan
kehadiran dan pengawasan Allah, serta benar-benar merasakan Allah
melihat segala apa yang kita kerjakan, seperti yang tertuilis dalam
firman-Nya di surah Al Hadid ayat 4 :
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari; Kemudian Dia
bersemayam di atas ‘Arsy . Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi
dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa
yang naik kepadanya . Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Hadid 4)

Bersama ini, saya ingin mengundang semua teman-teman, untuk bergabung
di milis JALAN DAKWAH. Milis tsb dibentuk untuk mengajak siapa saja
agar mau berpartisipasi menyampaikan dan berbagi sedikit dari
pengetahuan yang dikaruniai
Allah untuk kita, tentang apa saja, khususnya seputar agama, kepada
semua saudara-saudara kita dimanapun berada. Dengan harapan
pengetahuan yang kita bagi bersama, dapat berguna bagi yang
membutuhkan atau bagi yang belum mengetahuinya, dan Insya Allah apa
yang kita bagi untuk teman-teman, dapat menjadi saksi di yaumil hisaab
kelak, bahwa kita pernah menyampaikan kebaikan dan mengajak saudara-
daudara kita untuk kebaikan

Komentar
  1. Rusa Bawean™ mengatakan:

    saya yakin
    karena saya iman ke Pada-Nya

    terima kasih dah mampir…i think so

  2. Wisata SEO Sadau mengatakan:

    hmmm mantep artikelnya sobat,makasih yahh

    sama2 sobat..

  3. Abdul Cholik mengatakan:

    Terima kasih sudah diingatkan mengenai muraqabah ini.Kita kadang berbuat serong kiri-serong kanan,padahal Allah sedang melihat kita

    Itu juga yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw” Jika kita tidak bisa melhat ,yakinlah bahwa Tuhan tetapi Tuhan melihat kita”

    Mantap mas.

    sama2–keep istiqomah.

  4. wong temanggung mengatakan:

    lam kenal maz…..klo ad waktu bisa mampir di blog q yang baru q buat…hehe…wong Temanggung masih newbie bangedz maz..link maz dah tak pajang …klo berkenan bisa tukeran maz…

    lam kenal juga.thanks dah mampir..tentunya kita bisa tukrn link.

  5. baju wanita mengatakan:

    benar sekali…Allah slalu melihat kita dimanapun kita berada dan apapun yg sedang kita kerjakan…menarik tulisan anda…salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s